ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA UMKM KERIPIK PISANG ROSA MENGGUNAKAN SWOT DAN MATRIK RISIKO
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA UMKM KERIPIK PISANG ROSA
MENGGUNAKAN SWOT DAN MATRIK RISIKO
Ananda Putri Aulia1, Anisa Nooriskya2, Dania Putri Maharani3, Nelda Dwi Kurniati4
Program Studi S1 Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis manajemen risiko pada UMKM Keripik Pisang Rosa dengan menggunakan analisis SWOT dan penilaian matrik risiko. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung pada usaha tersebut. Hasil analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi UMKM ini. Selanjutnya, penilaian matrik risiko dilakukan untuk mengategorikan tingkat risiko berdasarkan kemungkinan dan konsekuensinya. Risiko pemasaran, terutama kurangnya memanfaatkan media sosial, ditemukan sebagai risiko utama yang perlu diatasi. Strategi yang direkomendasikan meliputi sosialisasi pemanfaatan media sosial dan inovasi produk dalam hal kemasan dan varian rasa untuk meningkatkan peminat dan jumlah produksi. Penelitian ini memberikan wawasan bagi UMKM Keripik Pisang Rosa dalam mengelola risiko usahanya secara lebih efektif melalui pendekatan manajemen risiko yang sistematis.
Kata Kunci: UMKM, manajemen risiko, analisis SWOT, matrik risiko, pemasaran, inovasi produk.
Abstract.This study aims to conduct risk management analysis on the Rosa Banana Chips SME using SWOT analysis and risk matrix assessment. Data were collected through interviews and direct observations of the business. The SWOT analysis results identified the strengths, weaknesses, opportunities, and threats faced by this SME. Furthermore, a risk matrix assessment was carried out to categorize the level of risk based on its likelihood and consequences. Marketing risk, particularly the lack of social media utilization, was found to be the main risk that needed to be addressed. The recommended strategies include socialization of social media utilization and product innovation in terms of packaging and flavor variations to increase consumer interest and production volume. This research provides insights for the Rosa Banana Chips SME in managing its business risks more effectively through a systematic risk management approach.
Keywords: SME, risk management, SWOT analysis, risk matrix, marketing, product innovation.
PENDAHULUAN
UMKM Keripik Rossa adalah sebuah usaha kecil dan menengah yang bergerak dalam bidang produksi keripik pisang dan keripik singkong. Usaha ini didirikan oleh Ibu Rossa, seorang pengusaha UMKM yang memiliki kecintaan terhadap makanan tradisional Indonesia. Ibu Rossa memulai usahanya dari skala kecil dengan membuat keripik secara manual di rumahnya dan menjualnya kepada tetangga dan kerabat. Dengan semangat kewirausahaan yang tinggi, Ibu Rossa berhasil meningkatkan kualitas produknya dan memperluas jangkauan pasar melalui pemasaran online dan kerjasama dengan toko-toko lokal. Keripik Rossa dikenal karena menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dan proses produksi yang higienis, sehingga produknya diminati oleh konsumen dari berbagai kalangan. Sebagai pengusaha UMKM, Ibu Rossa menghadapi berbagai tantangan, termasuk persaingan dengan produsen besar, akses modal yang terbatas, dan perubahan permintaan pasar. Namun, dengan ketekunan dan inovasi, Ibu Rossa berhasil mengatasi hambatanhambatan tersebut dan memperluas bisnisnya. Selain fokus pada pengembangan produknya, Ibu Rossa juga peduli terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Ia aktif dalam mendukung petani lokal dengan membeli bahan baku langsung dari mereka, sehingga turut berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan dedikasi dan semangat kewirausahaan yang tinggi, Keripik Rossa telah menjadi salah satu contoh sukses dalam dunia UMKM di Indonesia. Keberhasilannya dalam mengembangkan usahanya memberikan inspirasi bagi banyak orang yang ingin memulai usaha kecil dan menengah di bidang makanan ringan tradisional.
METODE PENELITIAN
Proses Manajemen Risiko
Manajemen ini risiko dapat diartikan sebagai usaha proaktif dalam mengenali dan mengelola kejadian internal dan ancaman dari luar, yang dapat memberikan efek bagi keberhasilan organisasi atau perusahaan (Prayudi & Yulistria, 2020). Dengan adanya manajemen risiko maka kejadian yang menimbulkan terjadinya risiko dapat diidentifikasi. Setelah identifikasi maka akan dapat diketahui konsekuensi dari setiap kejadian sehingga dapat diminimalisasi dampak dari risiko yang mungkin muncul (Malihah et al., 2021). Aktivitas manajemen risiko ini dilakukan sebelum risiko terjadi sehingga merupakan tindakan antisipasi yang dapat dilakukan dengan membuat rencana (contingency plan) yang dapat digunakan apabila risiko tersebut muncul untuk mengurangidampak negatif bagi keberlangsungan organisasi (Qintharah, 2019). Berikut terdapat beberapa tahapan prosesn manajemen risiko secara garis besar.
Identifikasi Risiko
Mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya risiko serta sumber terjadinya risiko. Banyak cara yang dilakukan untuk tahapan identifikasi risiko ini seperti Brainstorming, Checklist, analisa SWOT, Risk Breakdown Structure, Root Cause analysis, Metode Delphi, Interview(Alifiana & Susanti, 2018; Sari et al.,2017).
b.Penilaian Risiko
Penilaian risiko dapat dilakukan dengan menentukan tingkatan probabilitas, konsekuensi serta kesulitan dalam mendeteksi risiko tersebut. Penilaian risiko ini dapat dilakukan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Setelah itu tingkatan risiko yang ada dibuat tingkatan prioritas manajemennya (Jikrillah et al., 2021).
c.Pengembangan Rencana untuk Merespon risiko
Dari hasil penilaian risiko, dapat ditentukan risiko yang akan dihadapi beserta dengan dampaknya (Awaloedin et al., 2022; Bahari et al., 2018). Respon terhadap risiko dapat dilakukan dengan menghilangkan risiko denganmenghapuskan semua kemungkinan terjadinya kerugian, meminimalisirrisiko melaluiupaya meminimumkan kerugian, menahan risiko yang berarti menanggung dari risiko, serta pengalihan/transfer risiko dapat dilakukan pemindahankerugian/risiko kepada pihak lain, misalnya perusahaan asuransi.
d.Mengontrol Risiko
Kontrol terhadap risiko dilakukan dalam proses change management yang berarti tahapan ini dapat kembali lagi ke tahapan awal apabila terjadi risiko-risiko baru sesuai pada gambar pada tahap ini dilakukan monitoring dan riviewterhadap hasil sistem manajemen risiko yang dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan. Manajemen risiko dapat diterapkan di setiap level di organisasi. Manajemen risiko dapat diterapkan di level strategis dan level operasional. Manajemen risiko juga dapat diterapkan pada proyek yang spesifik, untuk membantu proses pengambilan keputusan ataupun untuk pengelolaan daerah dengan risiko yang spesifik (Setiawan et al., 2022).
Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dan observasi. Tahapan wawancara dilakukan dengan tujuan memperoleh hasil mengenai masalah dan sumber risiko yang terjadi pada kelompok UMKM dengan menggunakan angket pertanyaan yang ditujukan kepada pemilik usaha. Sedangkan pada kegiatan observasi dilakukan untuk melihat kondisi sekitar usaha untuk dilakukan pendataan menggunakan analisis SWOT yang terdiri dari kekuatan (Strength),kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity)dan ancaman (Threats)yang nantinya digunakan dalam penilaian matrik risikonya. Secara keseluruhan penyelesaian permasalahan dapat dilihat pada alur penelitian gambar 2 sebagai berikut :
Gambar 1. Alur Penelitian
Penelitian ini dimulai dengan penentuan objek penelitian yang dilakukan di usaha UMKM Keripik Pisang Rosa yang berlokasi di Bandar Lampung, kemudian selanjutnya tahapan melakukan perumusan masalah pada objek penelitian mengenai analisis manajemen risiko yang terjadi pada usaha UMKM dengan menggunakan analisis SWOT dan penilaian Matrik Risiko. Setelah diperoleh sebuah rumusan masalah selanjutnya tim melakukan pengumpulan data dengan strategi wawancara dan observasi dengan didukung dengan kajian pustaka mengenai penggunaan keilmuan pada penelitian ini. Wawancara oleh tim diperoleh risiko dalam UMKM Keripik Pisang dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang nantinya diolah menggunakan analisis SWOT. Analisis dilakukan dengan cara pengamatan langsung atau kajian literatur mengenai kendala apa saja yang dihadapu oleh usaha UMKM.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Melimpahnya bahan mentah pisang selain dikonsumsi pada umumnya di goreng maupun rebus pada UMKM ini dikemas secara branding dengan berbagai variasi, namun keripik rasa cokelat ini menjadi favorit dari konsumen. Dalam proses produksinya, pengolahan keripik pisang sendiri diproduksi seadanya karena minimnya SDM untuk memproduksi dalam jumlah banya. Dari hasil pengamatan ini diperoleh data dimasing-masing aspek diantaranya adalah Strenght, Weakness, Opportunity dan Threats tersajikan pada tabel 1.
Dari hasil pengamatan yang diperoleh menggunakan analisis SWOT pada UMKM Karipik Pisang Rosa adalah kurangnya inovasi dan belum memiliki branding produk. Penilaian risiko ini menggunakan matrik penilaian terhadap risiko yang didapatkan dari nilai kemungkinan dan konsekuensi dari masing-masing sumber risiko. Pemetaan matrik risiko dikategorikan menjadi hampir tidak pernah, tidak mungkin, mungkin dan hampir pasti. Untuk aspek konsekuensinya dikategorikan menjadi ringan, sedang, berat, mayor, catastrophic. Hasil evaluasi berdasarkan penilaian untuk risiko dapat dilihat pada gambar 2.
Yang terdapat pdda gambar 2 yaitu mengenai penilain risiko dapat dilihat pada (A2,B1) yakni risiko financialdan risiko operasional, (A1,C2) merupakan risiko keuangan dan risiko pemasaran berada pada zona merah (high)sehingga ini menjadi fokus utama perbaikan pada usaha UMKM Keripik Singkong “Sugi” sedangkan untuk risiko pada (B2,D1,C1) berada pada zona kuning(minor)yang artinya tidak terlalu berdampak pada usaha UMKM. Untuk harga jual produk, proses pembuatan dan pelanggan berada pada kategori zona hijau yang artinya memiliki risiko rendah dan tidak berdampak pada usaha. Untuk kategori zona orange terdapat satu (1) kondisi yakni mengenai hadirnya kompetitor usaha sejenis yang memiliki kondisi “peringatan” sehingga UMKM “Sugi” perlu meningkatkan dalam hal kualitas produk untuk mempertahankan populasi konsumennya sehinga memerlukan beberapa tahapan perbaikan terhadap kondisi yang terjadi pada usaha UMKM dapat dilakukan dengan strategi yang dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Hasil Rekomendasi Strategi
KESIMPULAN
Berdasarkan penilaian menggunakan matrik risiko diperoleh aspek risiko pemasaran sebagai risiko yang membutuhkan strategi untuk mengatasinya adalah dengan cara sosialisasi pemanfaatan sosial media bagi usaha seperti Facebook, Instagram, dll. Meskipun mayoritas pelaku usaha memilki platform digital (HP) tetapi belum dapat memanfaatkannya dengan baik. Sesuai dengan keadaan pemasaran dipublikasian melalui whatshapp sebagai media komunikasi dan pemasaran dan diperukannya inovasi produk mulai dari kemasan, varian (wujud olahan/varian rasa) agar meningkatkan peminat dan jumlah produksi UMKM Keripik Pisang Rosa.
DAFTAR PUSTAKA
https://clickinfo.co.id/detailpost/keripik-rossa-terus-pertahankan-kualitas-rasa
Komentar
Posting Komentar